Selasa, 26 April 2011

Yang dibanggakan dari pertanian


nurvia yulinda
 
TUGAS KEWARGANEGARAAN
 Apakah Pertanian Indonesia bisa dibanggakan?

Pertanian merupakan suatu kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Indonesia memang merupakan negara kepulauan (Archipelago State) yang jumlah pulaunya mencapai 18.110 pulau, dan 930 pulau di antaranya sudah dihuni penduduk. Luas daratan Indonesia mencapai 1.904.569 km persegi, dengan luas keseluruhan 5. 193.262 km persegi. Dan juga merupakan negara agraris yang peran sektor pertanian sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional, terutama sebagai penyedia bahan pangan, sandang dan papan bagi segenap penduduk, penghasil komoditas ekspor nonmigas untuk menarik devisa. Disamping itu, sebenarnya sector pertanian merupakan mata pencaharian sebagian besar rakyat Indonesia bergantung pada sektor pertanian. Sebenarnya kalau berbicara tentang pertanian, Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk pertanian nomor satu di dunia.
Namun jika membahas pertanian bisa dibanggkan atau tidak, menurut pendapat saya perlu dilihat dari sudut mana kita memandang. Karena, jika kita lihat tentang kekayaan alam atau Sumber daya alam yang ada di indonesia, sharusnya banyak yang bisa dibanggakan, misalnya kesuburan tanahnya, sehingga banyak sekali jenis pertanian yang bisa dikembangkan di Indonesia, dari mulai pertanian sayur-mayur, obat-obatan, padi-padian, umbi-umbian hingga pertanian yang menghasilkan kayu-kayu berkualitas tinggi dan memiliki nilai jual mahal seperti, pohon jati, pohon jabon dan lain sebagainya. Kemudian ada banyak sekali jenis-jenis kayu yang ramai di pasaran Indonesia baik yang banyak dieksport ke luar negeri, kurang lebih sekitar 60 lebih jenis kayu. Dan juga Industri kayu lapis Indonesia masih memiliki keunggulan komparatif yang cukup besar dibandingkan dengan negara-negara lain. Indonesia juga sebagai negara dengan kekayaan sumber daya genetik terbesar kedua setelah Brazil. Indonesia juga menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil). Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.
Kemudian, jika dilihat dengan dari sisi sebaliknya, justru pertanian di Indonesia sangat mmprihatinkan, bahkan sekarang bidang selalu dianggap tidak pnting dan selalu diremehkan oleh berbagai kalangan, terutama untuk para generasi muda. Peran pmerintah yang sekarang pun juga dinilai kurang memihak untuk sector ini, memang dulu kita bisa mncapai swasembada beras, tapi lihat apa yang terjadi sekarang sungguh sangat berbda keadaannya. Karena Kebijakan pemerintah saat ini tidak mendukung berkembangnya sektor pertanian dalam negeri. Sebab Indonesia telah mengarah ke negara industri, padahal kemampuanya masih di bidang agraris. Misalnya, kedudukan Pulau Jawa sebagai sentra penghasil padi semakin kehilangan potensi karena industrialisasi dan pembangunan perumahan. Konversi tata guna lahan ini merupakan salah satu pemicu merosotnya pertanian Indonesia yang menjadi sumber penghidupan 49 persen warga negara. Ada sejumlah faktor yang selama ini menjadi pemicu utama terpuruknya sktor pertanian:
1.  Dari segi sarana dan prasarana, tidak ada dana pemeliharaan infrastruktur pertanian, tidak ada pembangunan irigasi baru, dan pencetakan lahan baru tidak berlanjut.
2. Dalam hal bebasnya konversi lahan pertanian, pihak pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten tidak disiplin menjalankan pemerintahan dengan mengizinkan pengubahan fungsi pertanian yang strategis bagi ketahanan negara.
3. Dari sisi kebijakan dan politik, penerapan otonomi daerah membuat sektor tanaman pangan terabaikan. Para politikus membuat kebijakan demi partai, bukan untuk kebijakan pangan rakyat. Keadaan semakin buruk dengan tidak adanya keamanan dan stabilitas yang seharusnya dijalankan aparat penegak hukum.




Daftar Pustaka
http://julidf.wordpress.com/2009/09/10/apa-yang-dibanggakan-dari-indonesia/
http://zhagitoloh.blogspot.com/2010/05/kelebihan-negara-indonesia-dari-negara.html
http://jabon.web.id/pengembangan-usaha-pertanian-indonesia-mereklamasi-lahan-bekas-tambang-untuk-pertanian-jabon/
http://nandavirgo20.student.umm.ac.id/2010/08/25/tantangan-industrialisasi-pertanian-di-indonesia/







Tidak ada komentar:

Posting Komentar